Banyak orang yang menantikan bulan Desember, khususnya Masyarakat Jogja dan sekitarnya. Tahu tidak kenapa ? mereka menanti “Sekaten”. Apa itu Sekaten. Apa hubungan Sekaten sama Jogja? Sekaten memang salah satu hal yang era hubungannya dengan Jogja. Sekaten identik dengan pasar malam, tempat hiburan untuk rakyat. Sekaten adalah salah satu tradisi khas yang dilaksanakan oleh keraton Yogyakarta.
Nama sekaten sendiri berasal dari kata “syahadatain” yang berarti dua kalimat syahadat. Konon Sekaten berawal saat zaman Kerajaan Demak, saat raja pertamanya yaitu Raden Patah menyiarkan agama Islam. Saat itu masyarakat Jawa mayoritas masih menganut agama Hindu dan sebagian lagi beragama Budha. hingga sekarang dijadikan acara rutin untuk hiburan masyarakat Jogja. Sekaten tahun ini digelar selama 40 hari.
Pasar Malam Sekaten adalah sebuah acara tahunan yang diadakan di Alun-alun utara dan diadakan selama satu bulan penuh. Menurut salah satu pengunjung Pasar Malam Sekaten, Karunia Arofah menyatakan pasar malam ini berguna untuk menarik perhatian dari wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk datang berkunjung ke pasar malam ini.
Saat ini meski tradisi mengunjungi Sekaten bagi masyarakat Jogja tetap berlangsung. Meski magnetnya sudah tidak sekuat era kerajaan-kerajaan dahulu, namun Sekaten dengan tradisi dan ritualnya, tetap menyimpan keunikan dan kekhasan yang tidak dapat ditemui di arena pasar malam lainnya. Ada beberapa hal yang menjadi ciri khas dalam pasar malam sekaten. Diantaranya penjual makanan bolang-baling bahkan juga kerak telor made in asli Betawi.
Selain itu juga ada tong setan, yaitu sebuah arena seperti velodrome, di mana di dalamnya terdapat acara ketangkasan naik sepeda motor (biasanya trail), dalam arena yang berbentuk seperti tong. Untuk bisa menaiki badan tong tentu saja sepeda motor tersebut harus mencapai kecepatan tertentu dengan suara yang begitu nyaring menderum-derum.
Di acara sekaten ini kita bisa menyaksikan berbagai macam hiburan rakyat yang dipentaskan setiap malam di sebuah panggung hiburan yang berada di tengah keramaian pasar. Kita juga bisa mencoba berbagai permainan, menikmati sajian kuliner khas Sekaten, dan berbelanja beraneka macam barang dagangan yang digelar di berbagai stand.
Di pasar malam Sekaten, pengunjung dapat menjumpai berbagai hal yang menarik. Layaknya pasar malam yang diselenggarakan untuk rakyat, maka banyak barang-barang yang menjadi konsumsi rakyat yang di perdagangkan di sini. Mulai dari makanan, pakaian, hiasan rumah, perabotan rumah tangga, hingga kendaraan bermotor pun bisa kita jumpai di sini.
Banyak wisatawan yang datang ke pasar malam ini untuk mencari buah tangan khas Jogja dengan harga yang relatif murah. Tapi tidak sedikit dari warga Jogja juga yang sengaja datang untuk berbelanja. Bahkan tidak ketinggalan, pelajar dan mahasiswa yang sedang belajar di Jogja sebagai anak rantau, yang memanfaatkan moment ini untuk membeli barang-barang tertentu dengan uang yang terbatas.
Selain menjadi tempat yang nyaman untuk berbelanja, di pasar malam Sekaten, para pengunjung juga akan dimanjakan dengan berbagai wahana permainan yang memacu adrenalin, seperti kora-kora dan permainan ombak. Untuk para pengunjung yang menyukai pertunjukan-pertunjukan yang atraktif, bisa mendatangi wahana Tong Stand yang menampilkan atraksi sepeda motor.
Selain itu, para pengunjung pun dapat membawa anak dan keluarga mereka ke pasar malam ini, karena terdapat pula permainan-permainan yang diperuntukkan bagi anak-anak. Diantaranya adalah boom-boom car, komidi putar, dan kereta mini. Meriahnya perayaan Sekaten ini menjadi daya tarik pengunjung dari semua kalangan masyarakat, dari desa dan kota, dari luar Jogja hingga para turis asing tidak melewatkan kemeriahan pasar malam yang memang sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Jogja untuk menghadiri acara ini.
Nama sekaten sendiri berasal dari kata “syahadatain” yang berarti dua kalimat syahadat. Konon Sekaten berawal saat zaman Kerajaan Demak, saat raja pertamanya yaitu Raden Patah menyiarkan agama Islam. Saat itu masyarakat Jawa mayoritas masih menganut agama Hindu dan sebagian lagi beragama Budha. hingga sekarang dijadikan acara rutin untuk hiburan masyarakat Jogja. Sekaten tahun ini digelar selama 40 hari.
Pasar Malam Sekaten adalah sebuah acara tahunan yang diadakan di Alun-alun utara dan diadakan selama satu bulan penuh. Menurut salah satu pengunjung Pasar Malam Sekaten, Karunia Arofah menyatakan pasar malam ini berguna untuk menarik perhatian dari wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk datang berkunjung ke pasar malam ini.
Beberapa arena permainan di Pasar Malam Sekaten
Saat ini meski tradisi mengunjungi Sekaten bagi masyarakat Jogja tetap berlangsung. Meski magnetnya sudah tidak sekuat era kerajaan-kerajaan dahulu, namun Sekaten dengan tradisi dan ritualnya, tetap menyimpan keunikan dan kekhasan yang tidak dapat ditemui di arena pasar malam lainnya. Ada beberapa hal yang menjadi ciri khas dalam pasar malam sekaten. Diantaranya penjual makanan bolang-baling bahkan juga kerak telor made in asli Betawi.
Selain itu juga ada tong setan, yaitu sebuah arena seperti velodrome, di mana di dalamnya terdapat acara ketangkasan naik sepeda motor (biasanya trail), dalam arena yang berbentuk seperti tong. Untuk bisa menaiki badan tong tentu saja sepeda motor tersebut harus mencapai kecepatan tertentu dengan suara yang begitu nyaring menderum-derum.
Di acara sekaten ini kita bisa menyaksikan berbagai macam hiburan rakyat yang dipentaskan setiap malam di sebuah panggung hiburan yang berada di tengah keramaian pasar. Kita juga bisa mencoba berbagai permainan, menikmati sajian kuliner khas Sekaten, dan berbelanja beraneka macam barang dagangan yang digelar di berbagai stand.
Banyaknya Pengunjung yang menyaksikan Pasar Malam Sekaten
Di pasar malam Sekaten, pengunjung dapat menjumpai berbagai hal yang menarik. Layaknya pasar malam yang diselenggarakan untuk rakyat, maka banyak barang-barang yang menjadi konsumsi rakyat yang di perdagangkan di sini. Mulai dari makanan, pakaian, hiasan rumah, perabotan rumah tangga, hingga kendaraan bermotor pun bisa kita jumpai di sini.
Banyak wisatawan yang datang ke pasar malam ini untuk mencari buah tangan khas Jogja dengan harga yang relatif murah. Tapi tidak sedikit dari warga Jogja juga yang sengaja datang untuk berbelanja. Bahkan tidak ketinggalan, pelajar dan mahasiswa yang sedang belajar di Jogja sebagai anak rantau, yang memanfaatkan moment ini untuk membeli barang-barang tertentu dengan uang yang terbatas.
Selain menjadi tempat yang nyaman untuk berbelanja, di pasar malam Sekaten, para pengunjung juga akan dimanjakan dengan berbagai wahana permainan yang memacu adrenalin, seperti kora-kora dan permainan ombak. Untuk para pengunjung yang menyukai pertunjukan-pertunjukan yang atraktif, bisa mendatangi wahana Tong Stand yang menampilkan atraksi sepeda motor.
Pedagang makanan di Pasar Malam Sekaten
Selain itu, para pengunjung pun dapat membawa anak dan keluarga mereka ke pasar malam ini, karena terdapat pula permainan-permainan yang diperuntukkan bagi anak-anak. Diantaranya adalah boom-boom car, komidi putar, dan kereta mini. Meriahnya perayaan Sekaten ini menjadi daya tarik pengunjung dari semua kalangan masyarakat, dari desa dan kota, dari luar Jogja hingga para turis asing tidak melewatkan kemeriahan pasar malam yang memang sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Jogja untuk menghadiri acara ini.
jadi ingat daerahku sewaktu kecil dulu, pasar malem bisa serame itu, sekarang mah sepi banget, kalau ada hiburan dangdutnya baru rame
ReplyDeleteGreat reading yoour blog
ReplyDelete